Rabu, 10 September 2008

GETIR

Gamang mata memandang kelam berselimut kabut malam


Riuh gejolak hati berharap asa tanpa arah


Bibir bergumam beriring dengan tawa embun yang mulai gemercik


Mengumpat tiada jelas berlari tiada jejak


Nampak di ujung terjebak dalam kejenuhan menunggu angan



Kaki-kaki tak lagi mampu menimang sepatu


Lumut telentang menghadang kerumunan pagi


Padi bergoyang cemara merayu rumpun bernyanyi tiada nafsu


Memandang kosong sosok muda tanpa nuansa ketegaran


Luka demi luka semakin perih meradang dihantam badai hidup



Kering tenggorokan tak lagi jadi penyakit yang terasa


Hidup tak lagi hidup... nafkah tak tampak nyata... lidah tak mau rasa


Pontang panting roda hidup terkapar dalam basah banjir


Terpuruk kelupas jiwa yang ternoda


Bangkit tiada mampu... Bangun tanpa kuasa... Getir terlindas belaian jaman



2 komentar:

ipi jawa barat mengatakan...

ah getir - getir juga kalau sudah terpikir ditelan ajah..... biar gak mikir yang tak terpikir kalau sudah masuk sudah tak terasa getir lagi bahkan tak terpikir untuk mampir.................

-------ymy maju terus ipi

ipikuipimuipikita mengatakan...

itulah hidup...kadang yang menelan terasa getir tapi yang melepas tak merasa apa-apa... syukurilah mumpung masih hidup..